QIRAD

BAB I

PENDAHULUAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Ilahi Robbi atas curahan nikmat dan karunia Nya sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik, meskipun masih jauh dari kesempurnaan, Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad saw, beserta keluarganya. Semoga kita selaku pengikut setianya dapat
menegakkan niali-nilai sunnah secara integral dalam kehidupan pribadi dan sosial. Amin…….

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas semester tiga berdasarkan kesadaran betapa pentingnya sumber belajar yang dapat memandu kreativitas dan pencapaian prestasi belajar saya khususnya dan teman mahasiswa umumnya, tanpa harus bergantung pada sosok dosen di kampus . Adanya makalah ini di harapkan dapat memotivasi terciptanya komunitas belajar di lingkungan kampus.

Semoga dengan adanya makalah yang sederhana ini dapat memberikan alternative terbangunnya paradigma kreatif dan konstruktif terhadap proses pembelajaran Agama Islam di kampus. Akhirnya kami menyadari adanya kekurangan yang melekat pada pembuatan makalah ini,untuk itu kritik dan saran dari dosen agama, teman mahasiswa dan semua pihak yang berkompeten merupakan suatu hal yang berharga dan sangat berarti dalam menyempurnakan karya ini,menuju Izzul Islam wal Muslimin. Semoga segala iktikad dan ikhtiyar yang dilakukan mendapatkan rahmat dan ridla Allah swt. Amin ya Robbal ‘Alamin.

BAB II
PEMBAHASAN

QIRAD

Qirad merupakan salah satu jenis muamalah yang juga sering terjadi dalam masyarakat. Berikut akan di bahas beberapa masalah,yang meliputi pengertian qirad,hukum qirad,qirad sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat miskin,rukun dan syarat qirad, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam qirod, dan macam-macam qirod.

A.    Pengertian Qirod

Yang dimaksud dengan Qiradh adalah harta yang diberikan seorang pemberi Qiradh kepada orang yang diQiradhkan untuk kemudian dia memberikannya setelah mampu.[1]

Penyerahan harta kepada orang yang akan mengambil manfaatnya, untuk kemudian dikembalikan lagi. Sebagai contoh, seseorang yang membutuhkan mengatakan kepada orang yang memang sah untuk melakukan kebaikan (memberi pinjaman): “pinjamilah aku atau berilah aku pinjaman harta sejumlah demikian, atau barang atau binatang untuk jangka waktu tertentu. Aku akan mengembalikannya kepadamu.[2]
Penulis berpendapat bahwa Qiradh adalah bentuk pinjaman yang diberikan oleh orang yang mampu kepada orang yang akan mengambil manfa’atnya dalam rangka meringankan beban orang tersebut untuk kemudian akan dikembalikan oleh sipeminjam setelah ia mempunyai kesanggupan untuk membayar

Qirad bias diartikan juga sebagai kerja sama dalam bentuk pinjaman modal tanpa bunga dengan perjanjian bagi hasil. Biasanya qirad dilakukan pemilik modal ( baik perorangan maupun lembaga ) dengan orang lain yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk menjalankan suatu usaha. Besar atau kecilnya bagian tergantung pada pemufakatan kedua belah pihak,yang penting tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Apabila qirad menyangkut uang yang cukup besar,sebaiknya diadakan perjanjian tertulis dan dikuatkan dua orang saksi yang disetujui oleh kedua belah pihak.

B.     Hukum Qirad

        Hukum qirad adalah Mubah. Rasulullah sendiri pernah mengadakan qirad dengan siti Khadijah ( sebelum menjadi istri beliau ) sewaktu berniaga ke negri Syam. Dalam kenyataan hidup, aa beberapa orang yang memiliki modal, tetapi tidak mampu atau tidak sempat mengembangkannya. Sementara itu, ada yang memiliki kesempatan dan kemampuan berusaha,tetapi tidak memiliki modal. Islam memberi kesempatan kepada keduanya untuk mengadakan kerja sama dalam bentuk qirad.[3]

C.      Qirad sebagai salah satu bentuk peduli terhadap masyarakat miskin

        Dalam kenyataan hidup sehari-hari,qirad dapat membantu sebagian masyarakat miskin dalam upaya mencukupi kebutuhan hidupnya. Modal yang dipinjam tersebut dapat digunakan untuk usaha sesuai bakat dan kemampuan peminjam. Bagi pemilik modal,qirod merupakan bukti kepedulian kepada masyarakat miskin. Rasulullah bersabda “ Tidaklah seorang muslim memberi pinjaman kepada muslim yang lain dengan dua kali pinjaman,kecuali perbuatan itu seperti sedekah satu kali. (H.R.Ibnu Majah ).

D.      Rukun dan Syarat Qirad

Qirad bisa berlangsung apabila terpenuhi Rukun dan Syarat.

1. Rukun

a. Pemilik dan penerima modal

b. Modal

c. Pekerjaan

d. Keuntungan

2. Syarat

 Adapun syarat-syaratnya adalah harus dewasa, sehat akal, dan sama-sama rela, harus diketahui secara jelas (jumlahnya) baik oleh pemilik maup[un penerima modal, sesuai bakat dan kemampuannya. Pemilik modal perlu mengetahui jenis pekerjaan tersebut. Besar atau kecilnya bagian keuntungan hendaknya dibicarakan saat mengadakan perjanjian.

E. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam qirad

     Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah qirad antara lain sebagai   berikut:

  1. Penerima dan pemilik modal harus saling mempercayai dan dapat dipercaya.
  2. penerima modal harus bekerja secara hati-hati.dalam mencukupi kebutuhan     pribadi,hendaknya tidak menggunakan modal.
  3. perjanjian antara pemilik dan penerima modal hendaknya dibuat sejelas mungkin.jika dipandang perlu,dicarikan saksi yang disetujui oleh kedua belah pihak.
  4. jika terjadi kehilangan atau kerusakan diluar kesengajaan penerima modal,hendaknyaditanggung oleh sipemilik modal.
  5. jika terjadi kerugian, hendaknya ditutyp dengan keuntungan yang lalu. Jika tidak ada, hendaknya kerugian itu ditanggung oleh pemilik modal.

 

 

 

F. Macam-macam qirad

Qirad dapat dilakukan oleh perorangan,dapat pula dilakukan oleh organisasi atau lembaga lain dengan nasabahnya. Dalam kehidupan modern,qirad dapat berupa kredit candak kulak,KPR,dan KMKP.[4]

    1. Kredit Candak Kulak

         Kredit candak kulak ialah pinjaman modal yang diberikan kepada para pedagang kecil dengan sistem pengembalian sekali dalam seminggu dan tanpa tanggungan atau jaminan.biasanya kredit candak kulak dilakukan oleh KUD. Kredit jenis ini bertujuan untuk membantu masyarakat kecil agar dapat memiliki jenis usaha tertentu, misalnya berjualan makanan ringan,membuat tempe kedelai,atau usaha lain yang memerlukan biaya relatif ringan. Dengan cara seperti ini, diharapkan mereka pada saat nanti dapat terangkat dari masyarakat prasejahtera menjadi sejahtera dan tidak menggantungkan nasibnya kepada orang lain.

    2. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

         KPR bertujuan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki rumah. Bank menyediakan fasilitas berupa perumahan,dari yang bertipe sederhana hingga mewah.Masyarakat yang berminat untuk memiliki rumah tersebut diwajibkan membayar uang muka yang besarnya bervariasi, sesuai dengan tipe rumah yang diinginkan. Selanjutnya, pada jangka waktu tertentu orang itu membayar angsuran sesuai dengan perjanjian yang dibuat kedua belah pihak. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak terlalu berat untuk memiliki rumah.

   3. Kredit Modal Karya Permanen (KMKP)

       KMKP dilaksanakan baik oleh bank negara maupun bank swasta. Pada saat ini, kredit jenis ini sudah tidak ada, yang ada sekarang adalah KUK (Kredit Usaha kecil). Kredit ini hanya melayani masyarakat yang sudah mampu sehingga lebih bersifat pengembangan usaha yang sudah ada. Oleh sebab itu sasaran yang dibina juga terbatas.

G. Hikmah Qirad

     Antara lain:

  1. Terwujudnya tolong menolong sebab tidak jarang orang yang punya modal Tetapi tidak punya keahlian berdagang atau sebaliknya punya keahlian berdagang tetapi tidak punya modal.
  2. Salah satu perilaku ibadah yang lebih mendekatkan diri pada rahmat Allah karena dapat melepaskan kesulitan orang lain yang sangat membutuhkan pertolongan.
  3. Bagi yang mengqiradkan akan diberikan pahala dan kemudahan oleh Allah baik urusan dunia maupunurusan akhirat.
  4. Terciptanya kerjasama antara pemberi modal dan pelaksanaan yang pada akhirnya dapat menumbuhkan dan memperkembangkan perekonomian ummat.
  5. Terbinanya pribadi-pribadi yang taaluf (rasa dekat) antara keduanya
  6. Yang memberikan pinjaman modal akan mendapat unggulan pahala hingga delapan belas kali lipat bisa dibandingkan dengan sedekah hanya sepuluh kali.

 

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari materi yang penulis sampaikan dalam makalah, maka penulis dapat menyimpulkan, yaitu:

  1. Qiradh adalah bentuk pinjaman berupa modal yang diberikan oleh orang yang mampu kepada orang yang akan mengambil manfa’atnya dalam rangka meringankan beban orang tersebut untuk kemudian akan dikembalikan oleh sipeminjam setelah ia mempunyai kesanggupan untuk membayar.
  2. b.     Pelaksanaan Qiradh tidak dilarang dalam Islam. Bahkan dinjurkan karena dapat meringankan beban saudaranya dan merupakan salah satu bentuk hubungan kita sesama manusia (Hablum minannas)
  3. c.      Dalam pelaksanaan Qiradh harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak dan tidak adanya unsur pemaksaan. Dan jelasnya barang yang diQiradhkan dalam pemindahan utang.

B. Saran

Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan. Hal ini disebabkan bidang keilmuan penulis yang masih terbatas dan sedikitnya buku-buku yang penulis jadikan bahan referensi. Berdasarkan hal tersebut penulis mengharapkan nasehat serta kritikan yang membangun. Supaya kedepannya penulisan makalah bagi penulis dan kita semua memberikan kualitas yang lebih baik lagi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

khofif.wordpress.com/2009/01/15/qirad-atau-syirkah-mudarabah/

Ad-Dardir, Asy-Syarh al-Kabir, jilid III

Al-Kasani, Al-Ba’da As-Sama’, jilid VI dan jilid IV, Beirut:Dar Al-Fikr
El-Jazairi, Abu Bakar Jabir, 1091, Minhajul Muslimin ( Pola Hidup Muslimin), Mesir:Darul Fikr


[1] Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah 13,(Bandung: Al Ma’arif,1987),h.139

[2] Abu Bakar Jabir el-Jazairi, Minhajul Muslimin ( Pola Hidup Muslimin), (Mesir:Darul Fikr, 1091),h. 118

[3] khofif.wordpress.com/2009/01/15/qirad-atau-syirkah-mudarabah/

[4] khofif.wordpress.com/2009/01/15/qirad-atau-syirkah-mudarabah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: