JUJUR VERSI TEORI MATEMATIKA dan AGAMA

Picture1Hal mendasar yang sempat saya pikirkan adalah ketika belajar Matematika tentang teori perkalian yaitu  pertama plus dikali plus maka hasilnya adalah Plus, kedua  jika Minus dikali plus  maka hasilnya Minus, ketiga jika Plus dikali Minus maka hasilnya Minus. Keempat jika Minus dikali Minus maka hasilnya Plus. Itu adalah rumus baku mulai dulu ditemukanya rumus itu sampai sekarang yang sekedar dikonsumsi oleh semua elemen, mulai dari pelajar, mahasiswa, dan pengajar tanpa pernah bertanya kenapa harus demikian? Tanpa kita sadari ternyata teori matematika yang kita anggap hal yang biasa dan sepele tersebut mempunyai makna filosofi yang sangat baik yaitu makna kejujuran dalam kehidupan di dunia. Dalam teori ini kita analogikan plus sebagai sebuah kebenaran dan minus adalah sebuah kesalahan. Dari teori yang pertama yaitu mengatakan atau menyatakan suatu kebenaran terhadap suatu yang benar maka itu merupakan sebuah tindakan yang benar. Kedua mengatakan salah terhadap sesuatu yang benar merupakan sebuah tindakan yang salah, Ketiga mengatakan atau menyatakan benar terhadap sesuatu yang salah itu juga merupakan sebuah tindakan yang salah, dan yang kelima  ketika mengatakan atau menyatakan salah terhadap sebuah tindakan yang salah itu merupakan sebuah kebenaran. Itulah makna dari teori matematika tentang kejujuran dalam kehidupan, Dalam perjalanan hidup, kejujuran merupakan sebuah kesederhanan yang mampu membawa kita dalam kehidupan yang lebih indah. Kejujuran senantiasa disambut dengan hangat dimanapun berada. Bersikap dan berlaku jujur dalam kehidupan sehari-hari adalah tuntunan kebutuhan, yang selalu di junjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat karena tidak akan ada kehidupan yang bahagia, aman, tentram serta selamat tanpa didasari oleh kejujuran. Betapa pentingnya sebuah kejujuran bahkan dalam bahasa jawa sering kita dengar istilah “wong jujur bakal makmur” ,

Dalam islam sendiri jujur merupakan salah satu perbuatan terpuji yang wajib dimiliki oleh umat islam, sebagaimana sabda Nabi “katakanlah yang benar walaupun itu terasa pahit”, dalam cerita sejarahnya Nabi Muhammad SAW sebagai uswah khasanah, suri tauladan yang baik, panutan dan contoh umat islam karena kejujuranya dan dapat dipercaya beliau mendapatkan gelar Al-Amin. Akan tetapi faktanya dalam intern instansi Agama Islam sendiri masih banyak kasus ketidakjujuran yang merajalela dan tidak asing terdengar oleh telinga masyarakat umum, seperti kasus korupsi dana haji baru baru ini yang masih hangat dibicarakan media. Pertanyaanya adalah apakah dulu ketika masih pelajar tidak mendapatkan pelajaran teori matematika dan agama??.

Dengan demikian maka marilah kita jadikan kejujuran sebagai bagian dari kepribadian kita dan berlatih untuk selalu hidup dengan kejujuran. Kejujuran sangatlah bermanfaat bagi kehidupan kita. Tidak hanya dalam hubungannya dengan Allah sang pencipta (HabluminaAllah), tetapi juga dalam hubungan dengan sesama manusia (Hambluminannas).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: